Nggak bisa dipungkiri memang, kehadiran jQuery memudahkan umat programmer dalam membuat behavior website dengan lebih cepat. Misalnya aja, kita ingin membuat element click. Kalau di Javascript biasa, atau biasa disebut dengan Vanilla JS, kodenya seperti ini:
document.querySelectorAll(".halo").forEach(x => x.addEventListener("click", function(){ console.log(this.innerHTML) })) Nah, sekarang coba bandingkan sama jQuery:
$(".halo").click(function(){ console.log($(this).html()) }) Terus, kenapa sih kita baiknya menghindari menggunakan jQuery?
Masalah dalam memuat jQuery Ketika ingin menggunakan jQuery, tentu saja kita harus memuat jquery.
Persiapan Pastikan kamu sudah menginstall Termux.
Lalu, kita install PHP-nya:
pkg install php Menjalankan PHP Arahkan Termuxmu ke lokasi project PHPmu.
Jalankan perintah berikut di Termux:
php -S localhost:2020 Setelah itu, buka localhost:2020 di browser.
Kode CSS Letakkan sebelum (di atasnya) </head>:
<style> nav ul li:hover > ul { display: none; } </style> Kode Javascript Letakkan sebelum (di atasnya) </body>:
<script> $('nav ul li').click(function(){ $('nav ul li').not(this).find('ul').hide() $(this).find('ul').toggle() }) </script>
Seperti yang sudah kita tau, bahwa pemerintah meluncurkan website yang bisa kita gunakan untuk mencari info tentang Corona Virus. Namun, apa aja sih teknologi yang membentuk website tersebut?
Data di bawah ini aku dapatkan dari tools Wappalyzer.
CMS CMS yang digunakan dalam website ini menggunakan WordPress. Ya, bagus memang Wordpress itu untuk blogging dan pemakaiannya pun simpel dan siapapun bisa menggunakannya. Memang tepat untuk staf admin blog yang terkadang agak susah kalau berurusan dengan teknis blog yang rumit.